9/17/2016

Samsung Berikan Tanda Khusus Untuk Galaxy Note 7 Yang Sudah Aman

Cusrom OS | Samsung nampaknya harus ekstra bekerja keras untuk mendaur ulang Samsung Galaxy Note 7 supaya tidak gampang meledak, hingga 1 September sudah terjadi 35 kasus yang tersebar mengenai Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar di beberapa wilayah dunia. Sebagian maskapai penerbangan yang ada di Indonesia juga melarang penggunaan ponsel cerdas tersebut di dalam pesawat pada saat melakukan penerbangan.

Pihak Samsung menyebutkan bahwa penyebab terjadinya Samsung Galaxy Note 7 adalah karena cacatnya pada baterai sehingga membuat smartphone tersebut mudah terbakar atau meledak. Bahkan pihak Samsung sampai menarik seluruh unit Galaxy Note 7 yang beredar di pasaran.


Bagi mereka yang sudah membeli Samsung Galaxy Note 7 sebelum unit tersebut resmi ditarik, Samsung akan mengambil ponsel tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Unit Samsung Galaxy Note 7 yang sudah diganti baterainya akan diberi tanda khusus di kotak kemasannya. Tanda yang dimaksud adalah logo "S" berwarna biru yang berarti "Safe" atau aman dan kotak persegi berwarna hitam di pojok kanan bawah label nomor IMEI.

Dari berbagai sumber yang ada, menyebutkan bahwa pihak Samsung juga telah berencana meluncurkan database IMEI online. Database IMEI online tersebut berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna Samsung Galaxy Note 7 untuk memeriksa apakah unit yang baru sudah aman atau bukan.

Di Indonesia, Samsung Galaxy Note 7 masih belum diedarkan secara resmi. Pada awal bulan ini, sebenarnya Samsung memang ingin berniat untuk melayani pre-order Samsung Galaxy Note 7. Hanya saja, melihat dampak buruk dari risiko Samsung Galaxy Note 7 yang rawan terbakar atau meledak, Samsung akhirnya memutuskan untuk membatalkan sementara waktu layanan pre-order tersebut sampai menunggu unit Samsung Galaxy Note 7 sudah benar-benar aman.